Setiap orang punya masa lalu, pasti punya dan harus punya
Masalalu menjadikan kita berbeda dimasa kini dan masa depan
Tulisan ini untuk seseorang, Luka dimasa lalu, Cerita dimasa
kini
Dan
Kenangan dimasa depan
Ini adalah tahun ke 4 kamu tidak disini, menghilang namun
tetap berbayang, pergi namun seakan kembali menghampiri
Empat tahun bukan waktu yang singkat bukan?
Koridor merupakan akses yang sangat familiar bagi para siswa
yang mengabdikan dirinya disini, sekolah tercinta, sekolah yang penuh
cerita, cita bahkan cinta didalamnya.
Sudah lebih dari 1jam dia duduk manis di bangku panjang
koridor dekat perpustakan, wajahnya mulai gelisah dibarengi amarah, hijab yang
berantakan, dan penampilannya kini, hmm....entahlah, ia lebih tepat disebut
gelandangan mungkin, ketimbang seorang siswi SMA ternama.
Terik mentari
melengkapi penderitaannya. Parfum yang sedari pagi membuatnya wangi, kini
menguap pergi, yang tersisa hanya bau matahari
Mata tajamnya tak henti melihat kearah gerbang sekolah, sosok
yang ditunggunya dari 1jam yang lalu belum juga ia temukan disana, dan akhirnya
dia memutuskan untuk beranjak..
"Eh, tunggu..." sebuah tangan menyentuh lembut tangan sang gadis
"Ma’af telat lagi, tapi aku bisa jelasin kok" ucap seorang pria dengan tas
dipunggung lengkap dengan baju putih abu abu serta jaket denimnya.
"Gak usah dijelasin, aku udah tau kok, kamu tadi rapat OSIS
lagi kan?"
Pertanyaan yang sekaligus menjadi jawaban keterlambatan datangnya Dani
Dari awal Gea tau, ini adalah salah satu resiko yang akan
diterimanya saat dia menjawab "oui je veux" setelah Dani melontarkan kalimat "vous
serez mon amant"
![]() |
| Add caption |
Dani Darmawan, anak tunggal yang punya banyak kesibukan,
ketua OSIS, PMR, dan Devisi Olahraga basket disekolahnya
Seorang pria dengan gingsul dan lesung pipit di kanan dan kiri
wajahnya, kulit sawo matang dan alis tebal menjadi ciri khas dirinya.
Penyabar dan punya banyak penggemar.
Tapi bagi Gea, Dani
hanyalah seorang pria biasa yang tetap punya rasa lelah dengan semua
kegiatannya, pria yang tak jarang menangis karena merindukan sosok ibunya, dan pria
yang manis walau saat dia menangis
"Gimana kalo aku traktir makan ice cream, mau ya"
Rayu Dani yang
sudah bisa ditebak olehnya.
"Bukannya nanti jam 3 kamu harus kesekolah,
Pembentukan tim basket baru junior kamu gimana ? emang bisa diwakilin sama anggota
senior yang lain? Lagian tim itu juga bakal ikut kejuaraan nasional wakilin SMA
kamu kan?"
Cerocos Gea yang membuat Dani makin ingin mencubit pipinya.
"Ya ampun Gea, aku pikir kamu udah haus banget loh, masih bisa
aja ya ngomong sepanjang itu, tenang aja, udah aku serahin semuanya ke Andrean
kok, jadi, mau kan?" Gea hanya mengangguk menandakan iya setuju dengan ajakan Dani
5bulan sudah hubungan Dani dan Gea berlangsung, selama itu
Dani tetap dalam kesibukkannya dan Gea dengan pengertiannya
Bagi Dani, Gea adalah wanita yang harus ia bahagiakan setelah
ibunya, mereka terkadang terlihat layaknya teman, kakak dan adik, juga tak jarang menjadi musuh.
Dering telephone terdengar sayup ditelinga Gea, diambilnya
lalu dilihatnya sebuah pesan "Ma’af ya
Gea, malam ini aku gak bisa nepatin janji buat bantu kamu ngerjain tugas, pak
Alex ngasih tau mendadak kalo besok...."
Gea tak merampungkan membaca isi pesan tersebut, ia sudah tau
"Gapapa kok Dan, tugasnya juga udah selesai. Jangan terlalu
capek, inget kata dokter" ketik Gea dalam pesannya
"iya iya, aku inget kok. Makasih ya udah ngertiin aku, dan
mungkin besok aku gak bisa jemput kamu soalnya jam 6 aku udah harus disekolah.
Jangan tidur larut, Sayang Gea :*"“
Awalnya Gea tak pernah mempermasalahkan hal sesepele ini
menurutnya, sampai suatu ketika Dani diutus oleh kepala sekolah untuk mewakili
SMAnya ke Kamboja.
Selama 1minggu Dani berada disana tak satu pesan maupun
telephone dari Dani, entah karena alasan apa, mungkin Dani sibuk disana,
pikirnya
Suara dering telephone mengejutkan Gea yang tengah berbaring
1pesan tertera dilayar handphonenya
"Gea kamu apa kabar,
gimana study nya?masih inget gue?"
Rentetan pertanyaan dari nomor baru yang asing bagi Gea
membuatnya penasaran
"ini siapa?" Balasnya
"ternyata bener, lo udah lupa sama gue"
Isi pesan tersebut membuat Gea semakin tak mengerti, sebenarnya dia siapa?
"Ma’af untuk 2 tahun lalu, waktu gue pergi gak sempat pamitan sama
lo. Rencana bokap buat lanjutin study gue disana itu mendadak banget tapi
gue yakin si, lo gak bakal lupain gue, iya kan? "
Hening, Gea hanya terngiang kata-kata 2 tahun lalu, pergi,
tanpa bilang, tanpa berjanji buat kembali
Rhafa...apa bener ini dia, Gea masih
saja menebak nebak dalam hati
"Boleh minta pin lo?"
Pembicaraan mereka berlanjut via dunia maya, seakan sesuatu
yang hilang bertahun tahun itu kembali
Senja yang sempat terbenam itu kembali…
Rhafa menceritakan semua pengalaman ditempat barunya
tentang
studynya, tentang prestasinya, juga tentang gadis yang mengisi hatinya kini.
Gea juga balik menceritakan studynya
dan semua yang dia alami
selama ini, termasuk Dani
Seperti alumni yang kembali reuni, mereka menikmati semua
cerita dimana mereka masih bersama di 1 sekolah dulu, mereka yang masih sangat
lugu, mereka yang dengan ringan menerjemahkan rasa suka menjadi cinta, cinta
pertama yang belum pernah Gea alami saat itu
Pesan suara Rhafa yang hanya sekedar mengingatkan Gea untuk
tak lupa makan, sampai lagu yang dilantunkan Rhafa dengan suara yang pas pasan kembali
mengisi galeri hidup Gea
"Gue denger Gea suka galau ya..gara gara ditinggalin gue pergi"
canda Rhafa dalam percakapan BBMnya
"idih apaan lu, ya enggaklah" balas Gea
“
"Tolong jangan ulangin kesalahan lo dimasalalu lagi, jangan pernah bohongin diri lo sendiri. Gea, sebenernya gue gak pernah bisa bener bener lupa sama lo,
sampai akhirnya ada Clara yang buat gue nyaman"
"Kenapa masih lu ungkit ungkit si Rhaf?
Sekarang udah ada
Clara kan, yang buat lo nyaman?"
"Jujur sama gue, Gea masih sayang kan?"
”
Air mata Gea mengalir begitu saja dari pelupuk matanya
"Kalo
gue bilang 'iya' apa bakal ngubah semua yang udah terjadi?
Bakal buat lo
pulang? Enggak kan? Kenapa si Rhaf kamu buat aku jadi kayak gini?
Aku pikir
kamu udah hilang, lenyap, pergiii..... Tapi kenapa kamu malah datang terus ngingetin aku tentang
semuanya?"
Gea menangis terisak
"lo percaya takdir kan? percaya bahwa jodoh pasti bertemu?
Gue yakin lo percaya, kalo Tuhan mau dia pasti ijinin kita sama sama lagi
Gue akan pulang.
Ma’afin gue..mungkin gue egois, tapi gue Cuma pengen Gea tau apa yang gue simpen
selama ini, Gea dengerin lagu ini ya(always be my baby-david cook)
"Aku lagi nangis gini malah kamu suruh dengerin lagu"
ucap Gea
"Supaya
lo lebih tenang"tutur Rhafa
Satu minggu ini pikiran Gea hanya dipenuhi oleh masa lalu yang tak
semestinya kembali, Gea melupakan Dani yang menurutnya juga melupakannya.
Sosok yang amat Gea kenali kini berada tepat didepan kelasnya
Menatapnya dalam penuh kerinduan
Senyum itu, senyum yang bahkan mampu menghangatkan hati yang beku sekalipun
Lalu menjatuhkan tubuh mungil
Gea dalam pelukannya.....
Bersambung....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar