16 juni 2008
Lengkungan kamboja yang tepat berada didepan
balkon kamarku dengan bunga yang mulai tumbuh menjadi lingkaran mahkota yang
sempurna dibalut warna merah muda di antaranya, menyambut pagi pertama sekaligus
menjadi hari pertamaku melepaskan pakaian merah putih dan mulai mengenakan
pakaian biru putih.
Setidaknya Gea merasa dirinya sudah besar,dia
takkan mau lagi di cap sebagai anak manja yang menangis hanya jika jajannya diambil
paksa oleh kawan sebayanya
Disinilah ceritaku sebagai Gea dimulai, semua
cerita yang ku kira akan samar lalu menghilang nantinya, cerita yang hanya
menjadi sebagian pengisi memori kehidupan yang wajar bagi manusia dibumi
Namun perkiraanku tentang cerita ini salah dan
tak sama dengan apa yang ada dalam otak kecilku
Langkah Gea terhenti tepat disebuah ruangan
dengan gantungan papan yang bertuliskan
"kelas VIIB"
“Gea….sini sini kamu duduk sama aku pokoknya “
teriak seorang gadis kecil dengan dua kucir berpita tepat di kanan dan kiri
kepalanya
Kinan Purti Pragudian, sahabat Gea sejak mereka
kecil
Hmm…mungkin sejak mereka dilahirkan tepatnya
Tanggal lahir Gea dengannya hanya berbeda 2
hari, rumah mereka sangat dekat, ayah dan ibu mereka juga sudah sangat akrab.
23 mei 2008
“Semua vis misinya udah kamu hapalin kan Ge,
aduuh kok jadi aku yang nerveous si….” Ucap Kinan dengan pandangan panik ke
arah Gea
“Tenang aja Inan, udah aku kuasain semua kok”
ucap singkat Gea menenangkan
“Halaah..paling paling kamu lupa lagi kayak pas
nyampein visi misi jadi pradana putri kan, jangan terlalu berusaha, kalian
bakal tau siapa yang jadi juaranya nanti”
Tiba tiba suara horor (menurut Gea) hadir
ditengah tengah kedamain dunia mereka
“Kok kamu ngomongnya gitu si Raf, buktinya Gea
berhasil kok jadi Pradana Putri. Lah kamu jadi apa coba waktu itu??” Ucap kinan
yang kembali memanik
Gea ingat persis saat pemilihan Pradana Putra
dan Putri angkatan mereka, Gea sempat lupa satu misi yang telah Gea persiapkan.
sempat berhenti sejenak ,namun ia berhasil mengingatnya kembali.
“Udahlah nan, ngapain dengerin kapten bola yang
sok keren itu. Percuma..” Ucap Gea seraya menarik tangan kinan dan pergi
Rhafa Alrivano
- Seorang anak dengan perwakan yang tidak terlalu tinggi namun memiliki senyum dan suara yang khas
- Seorang anak yang berhasil membuat anak-anak perempuan seusia Gea tertarik padanya, kecuali Gea tentunya
- Seorang anak yang sangat gemar olahraga, dan berhasil menjadi kapten tim sekolahnya
- Seorang anak dengan tingkat jenius di atas rata rata anak seuisianya
- Seorang anak yang kelasnya bersebelahan dengan Gea, sekaligus seorang anak yang terletak di baris daftar pertama musuh besar Gea dari SD saat itu
Perhitungan point pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS sekaligus perekrutan anggota baru OSIS angkatan 2009 telah dimulai
sekitar 2jam yang lalu.
Tiba saat pengumuman dan semua siswa berkumpul di
lapangan utama sekolah mereka.
Rhafa dengan geng anak kelas VIIC telah berada
di tempat, bahkan satu langkah lebih maju ketimbang murid lainnya.
Setelah kata sambutan Kepala Sekolah, Waka kesiswaan, Ketua OSIS lama dan mbak mbak TU( kenapa mbak TU ikut ikutan si ) tibalah saat yang mendebarkan bagi calon-calon pengurus baru, terutama Gea.
Dia pasti akan sangat malu jika Rhafa
mengalahkannya,
dia bahkan akan mengutuk dirinya jika itu terjadi.
“Ketua OSIS periode 2009-2010 di menangkan
oleh……Rizky Lufanto angkatan 2007”
Sorak osrai tepuk tangan seluruh siswa
mengiringi langkah kakak kelas Gea yang super tenar ini. Dari awal Gea juga
yakin dia akan menjadi pemenangnya
“ Dan selamat kepada...Gea Pradipta
Azelia sebagai wakil ketua OSIS dari angkatan 2008”
Teriakan dan sorak sorai teman sekelas Gea mengalahkan
tim paduan suara sepertinya, tepuk tangan dan ucapan selamat dari kakak kelas
dan teman sebaya Gea (kecuali Rhafa) mengiringi langkah kaki kecilnya menuju
panggung.
Selama kata sambutan dan ucapan terimakasih yang terucap dari mulut kak Rizky dilanjutkan dengan Gea, dia
tak melihat kumpulan anak sok keren dari atas panggung
Seperti hilang ditelan bumi, mungkin Rhafa malu, karena yang Gea tau Rhafa
hanya menjadi bendahara di struktur organisasi yang Gea menangkan ini.
Disamping rasa bangga dan bahagia, Gea juga
merasa khawatir dengan perasan Rhafa.
Gea tau betul kegigihan da
kesungguhannya.
Sebenernya dia baik (kalo gak lupa minum obat). Mungkin saat ini
dia tengah menangis tersedu sedu dipojokkan kelas atau bahkan depresi terus
masuk lab IPA sambil cari obat penenang -maaf ini drama
Setelah pengumuman itu, Gea jarang melihat Rhafa
lewat depan kelasnya saat istirahat bahkan saat pelajaran dimulai.
Sebagai
ketua kelas dia dianggap sangat disiplin dalam waktu belajar siswa, tidak
jarang dia bolak balik kantor hanya untuk memanggil lalu memarahi guru yang
terlambat walau hanya 1 menit- gak yakin kan dia berani ?
Satu tahun berlalu, Gea masih dikelas yang sama
dengan Kinan, walaupun beberapa siswa dikelas lamanya di rolling ke sebagian
kelas A dan C dan sebaliknya.
Gea sangat bersyukur Rhafa tidak sekelas
dengannya. Coba aja bayangin kalo mereka satu kelas selama satu tahun, mungkin
perang dunia ke 4 dilanjutkan perang padri dan perang dingin akan terjadi, dan
Bandung tak lagi menjadi lautan api, tapi lautan es
Gak kebayang kan kalo di Bandung ada penguin
sama beruang kutub yang pesen vila di puncak buat liburan- pliss jangan di
bayangin
Gea belum juga sepakat untuk mengibarkan bendera
perdamaian dengan seorang murid laki laki sok keren bin nyebelin diantara
milyaran manusia di planet yang akrab disebut bumi ini selama 13 tahun
terakhir, bahkan sebelum Negara api menyerang dan Shaka menemukan avatar
bernama Aang – ini apa coba
Sampai suatu ketika,dipilihlah 1 dari setiap
kelas VIII untuk mewakili sekolah mereka dalam lomba matematika dan sains
tingkat SMP
Setelah mengikuti beberapa seleksi di sekolah,
terpilihlah Gea dan Rafi yang mewakili kelas VIIIB, Hanni dari kelas VIIIA
kemudian Rhafa dan Alvian dari kelas VIIIC.
Selama lebih dari 1bulan mereka berlima selalu
belajar bersama dengan guru pembimbing selepas pulang sekolah, dan selama itu
pula Gea harus melihat bahkan duduk bersebelahan dengan Rhafa.
Tapi dia merasa ada yang berbeda denga Rhafa
kini, dia lebih terlihat kalem dan pendiam bahkan peduli kepadanya.
Gea masih
ingat betul saat guru pembimbing memberikan soal Kimia kepadanya dan ia
kesulitan mengerjakan soal tersebut, karena Gea dikhususkan untuk Mata
pelajaran Biologi besama Hanni, Fisika dikuasai oleh Alvian dan Matematika
Kimia oleh Rhafa.
“Caranya tinggal cari gugus dari CO2nya, kalo
udah ketemu kamu kalikan sama yang ini….” Penjabaran Rhafa yang saat itu duduk
disamping Gea.
Gea hanya melihat sekilas kearah Rhafa dengan
pandangan heran,
lalu lanjut mengerjakan soal lagi
Hampir saat Gea merasa kesulitan, Rhafa ada
untuknya dan Gea pun tak lagi terlalu memberi jarak. Permusuhan mereka mulai
meluruh seiring dengan seringnya mereka belajar bersama.
Dalam batin Gea” mungkin dia sadar kalo aku
emang pantes kan dapetin gelar itu,
mungkin juga dia udah minum obat makanya
dia jadi baik gini,
atau jangan jangan dia benturin kepalanya ketembok lagi
biar amnesia terus gak tau apa-apa” pikiran Gea mulai ngaco
Lambat laun mereka mulai mau melempar senyum
satu sama lain-tanpa lembar batu sembunyi tangan
Dan ucapan sekedar terimakasih dari mulut Gea torlontar untuk
Rhafa yang mau dengan sabar mengajarinya.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Walaupun mereka hanya mampu menduduki peringkat
4 dari 40 sekolah di daerahnya, Pak Bambang sebagai kepala sekolah mereka
sangat bangga kepada murid murid jeniusnya ini…hihiiii
Setelah keluar ruangan dan berfoto bersama
mereka melanjutkan untuk makan siang. Menu yang Gea ingat saat itu ada tumis
tahu with toge, ayam goreng dan sebuah pisang untuk cuci mulut- tanpa lupa mamalemon sebagai pencuci piring paling ampuh
“Ge…ini buat kamu aja ya, aku gak suka sayur”
ucap Rhafa ditengah tengah makan siang mereka
“Enak kok ple, makan aja..ada gurih gurih gimana
gitu”
canda Alvian yang memanngil Rhafa dengan sebutan "Japle"
dengan mulut masih penuh dengan makanan
“Seenak apapun masakan kalo yang namanya sayur,
aku gak suka an” balas Rhafa
“yaudah sini taruh di piring aku aja”
Ucap Gea
menghentikan perdebatan antara dua anak yang sok jagoan ini
Disini Gea mulai tau sedikit demi sedikit
tentang Rhafa.
Makanan favoritnya adalah mie instan, telur goreng sama ayam,
paling anti sama yang namanya sayur bagaimanapun bentuknya,
he is Cliquers, dan
isi lagu di handphone nya hanya lagu ungu dari album pertama sampe terakhir,
anak ke dua dari 3 bersaudara,
dan ternyata dia anak yang sangat peduli keluarga
terutama adiknya.
Kedekatan mereka berlima kali ini mungkin bisa
disebut persahabatan, mereka hampir setiap hari belajar bersama karena UAS sudah
di depan mata, tempat tongkrongan mereka adalah perpus.
Dan ditempat inilah Rhafa mengungkapkan
kekaguman terhadap sosok Gea.
Jujur Gea hanya bisa tercengan diiring diam saat
tau bahwa Rhafa menyukainya sejak masa orientasi dulu, pengakuan yang dikatakan
rhafa seolah membuat Gea tak percaya
Sosok yang menjadi musuhnya ternyata
menyukainya.
“mugkin kamu gak inget dulu waktu kita sama sama
SD dan ada acara di SMP ini, kita satu ruangan. Terus kita main game tebak
kata, aku masih inget banget tuh kamu nyebutin obat nyamuk, padahalkan nyamuk
gak sakit kenapa di obatin coba..hahaa”
tawa ringan Rhafa yang membuat Gea malu
“enggak..aku nggak inget, udahan ah yuk, bel
masuk udah bunyi”
ucap Gea mengalihkan pembicaraan
Rhafa masih saja mengoda Gea selama perjalanan
menuju kelas
dan Gea hanya tersenyum paksa.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Beberapa bulan berlalu, saat Gea tengah ke kantin
dia melihat pemandangan yang sangat tak mengenakkan, di tangga antara kelasnya
dengan kelas Rhafa
Ada rhafa dengan Hanni, teman belajarnya dulu
tengah duduk berdua.
Dan rumor yang Gea dengan dari Alvian mereka baru saja
resmi jadian.
Secara otomatis Gea kembali memberi jarak pada
Rhafa,walaupun rhafa bersikap biasa
biasa seperti saat mereka dekat dulu.
Tak lama hubungan mereka berakhir dan Rhafa
kembali mendekati Gea. Gea sungguh tak mengerti apa yang ada di pikiran Rhafa
kini,bahkan saat rhafa mengungkapkan bahwa dia menyukainya.
Kalimat itu terlontar seolah hanya candaan bagi
Gea.
Bagaimana Gea bisa mempercayainya bukan ? melompat dari satu hubungan kehubungan yang lain.
Gea hanya merespon dengan tawa
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
Beberapa minggu setelah Rhafa mengutarakan
perasaanya pada Gea,
dia kembali jadain dengan adik kelasnya, Selvi
Cemburu adalah dinding antara benci dan ragu
Gea makin tak mengerti,makin benci ketika Rhafa
tak jarang menggandeng tangan selvi lewat depan kelasnya.
“Udah lah Ge, move on…Rhafa gak baik buat kamu,
dia gak bisa buktiin kata katanya”
ucap Kinan di tengah curhatan Gea
16 juni 2011
Rhafa kini menjadi lebih tenar karena ia
berhasil menjadi ketua OSIS. Semakin banyak siswi yang mendekatinya, tapi Gea
berusaha menjauhinya. Namun usaha Gea mungkin akan sia-sia karena mereka satu
kelas di kelas IXC.
Tidak berubahnya sikap Rhafa terhadap Gea makin membuat Gea bingung, Rhafa masih saja
suka menggodanya,masih suka membawa paksa Gea ke perpus untuk belajar, Masih
suka menatap dalam mata Gea yang membuat jantungnya berdebar hebat.
“Ge, aku mau tanya deh, kenapa si kamu gak suka
sama aku “
Rhafa memulai pertanyaan saat mereka di perpus
Gea yang masih dengan buku di hadapannya
terhenyak. “itu pertanyaan di bab berapa si rhaf” ucap gea berusaha
mengalihkan pembicaraa.
“ aku serius Ge, banyak diluar sana siswi
seumuran kamu ngejar ngejar aku, suka sama aku bahkan kagum sama aku, tapi
kenapa kamu enggak? Aneh ya” lanjut Rhafa
“ Bukan mereka yang aku mau, tapi kamu… karena
kamu satu satunya orang yang berhasil buat aku nunggu selama hampir 3 tahun ini
Ge” ucap rhafa serius
" Aku bahkan gak tau kamu suka sama aku selama itu" ketus Gea
"Karena kamu anggap semua ucapanku becandaan kan Ge"
“Kata ibuku, kalo kita siap untuk jatuh cinta,
kita juga harus siap patah hati.
Dan aku udah alami itu raf, bahkan gak Cuma
sekali…dan aku gak mau patah hati lagi sekarang” kata Gea
“Jadi maksud kamu, kamu juga suka sama aku ?”
tanya Rhafa
“Mungkin iya, tapi aku juga tau kok kamu bilang
suka bahkan kagum sama aku itu cuma candaan kamu aja, buktinya kamu bisa jadian
sama 2 cewek setelah bilang gitu” lanjut Gea
“Sebenernya aku Cuma mau bikin kamu cemburu Ge
aku ngerasa kamu gak peduliin perasaan aku waktu itu”
“selamat ya Rhaf, kamu berhasil” ucap Gea seraya
beranjak pergi
----------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sampai saat Rhafa memutuskan untuk melanjutkan
studynya ke Kalimantan Selatan,
Gea tak menemuinya, walaupun dari pesan yang
dikirimkan rhafa ke ponselnya seakan Rhafa sangat ingin memelihatnya sekali saja.
Gea tau mungkin ini kesempatan terakhirnya untuk
melihat senyum rhafa
Sudah hampir setengah jam Rhafa menunggu
kedatangan Gea, tapi sosok yang ditunggunya tak kunjung datang dan pesawat pun
lepas landas
-----------------------------------------------------------------------------------------------------
“Ge, ada titipan mini Mp3 ini dari Rhafa” ucap
Indra, teman dekat Rhafa
Setelah Gea menekan tombol play, alunan lagu
ungu pun terdengar di telinga Gea
“ Mungkin ini memang jalan takdirku
Mengagumi tanpa di cintai
Tak mengapa bagiku
mencintai pun adalah baagia untukku
Ku ingin kau tau, diriku disini menanti dirimu
Meski ku tunggu hingga ujung waktuku
dan berharap rasa ini kan abadi untuk selamanya
Da izinkan aku..memeluk dirimu sekali ini saja
tuk ucapkan
selamat tinggal untuk selamanya”
Lantunan lirik sertanada cinta dalam hati_Ungu berhasil membuat tetesan air mata dari
pelupuk mata Gea tak terbendung lagi,
Gea menyesal kenapa tak menemuinya saat
itu,
padahal Gea tau Rhafa mungkin takkan kembali
Dan ini juga menjadi alasan mengapa Gea tetap menunggu Rhafa kembali :')
Walaupun Rhafa pernah bilang " menunggu dan membuat orang lain menunggu adalah hal yang aku benci"
Tapi hal yang kamu benci menjadi hal yang aku nikmati saat ini
Karena menunggu adalah cara lain mencintai dalam diam
Untuk yang tengah menjadi panutan bangsa
semoga sukses study di IPDN dan jadi praja yang berguna
Dan tetap mengagumkan :)