Kamis, 25 Juni 2015

Cerita Dibalik Senja ( Flashback )

16 juni 2008

Lengkungan kamboja yang tepat berada didepan balkon kamarku dengan bunga yang mulai tumbuh menjadi lingkaran mahkota yang sempurna dibalut warna merah muda di antaranya, menyambut pagi pertama sekaligus menjadi hari pertamaku melepaskan pakaian merah putih dan mulai mengenakan pakaian biru putih.

Setidaknya Gea merasa dirinya sudah besar,dia takkan mau lagi di cap sebagai anak manja yang menangis hanya jika jajannya diambil paksa oleh kawan sebayanya

Disinilah ceritaku sebagai Gea dimulai, semua cerita yang ku kira akan samar lalu menghilang nantinya, cerita yang hanya menjadi sebagian pengisi memori kehidupan yang wajar bagi manusia dibumi

Namun perkiraanku tentang cerita ini salah dan tak sama dengan apa yang ada dalam otak kecilku

Langkah Gea terhenti tepat disebuah ruangan dengan gantungan papan yang bertuliskan
"kelas VIIB"

“Gea….sini sini kamu duduk sama aku pokoknya “ teriak seorang gadis kecil dengan dua kucir berpita tepat di kanan dan kiri kepalanya

Kinan Purti Pragudian, sahabat Gea sejak mereka kecil
Hmm…mungkin sejak mereka dilahirkan tepatnya
Tanggal lahir Gea dengannya hanya berbeda 2 hari, rumah mereka sangat dekat, ayah dan ibu mereka juga sudah sangat akrab.


23 mei 2008

“Semua vis misinya udah kamu hapalin kan Ge,
aduuh kok jadi aku yang nerveous si….” Ucap Kinan dengan pandangan panik ke arah Gea

“Tenang aja Inan, udah aku kuasain semua kok” ucap singkat Gea menenangkan

“Halaah..paling paling kamu lupa lagi kayak pas nyampein visi misi jadi pradana putri kan, jangan terlalu berusaha, kalian bakal tau siapa yang jadi juaranya nanti”

Tiba tiba suara horor (menurut Gea) hadir ditengah tengah kedamain dunia mereka

“Kok kamu ngomongnya gitu si Raf, buktinya Gea berhasil kok jadi Pradana Putri. Lah kamu jadi apa coba waktu itu??” Ucap kinan yang kembali memanik

Gea ingat persis saat pemilihan Pradana Putra dan Putri angkatan mereka, Gea sempat lupa satu misi yang telah Gea persiapkan. sempat berhenti sejenak ,namun ia berhasil mengingatnya kembali.

“Udahlah nan, ngapain dengerin kapten bola yang sok keren itu. Percuma..” Ucap Gea seraya menarik tangan kinan dan pergi


Rhafa Alrivano
  • Seorang anak dengan perwakan yang tidak terlalu tinggi namun memiliki senyum dan suara yang khas 
  • Seorang anak yang berhasil membuat anak-anak perempuan seusia Gea tertarik padanya, kecuali Gea tentunya
  • Seorang anak yang sangat gemar olahraga, dan berhasil menjadi kapten tim sekolahnya
  • Seorang anak dengan tingkat jenius di atas rata rata anak seuisianya 
  • Seorang anak yang kelasnya bersebelahan dengan Gea, sekaligus seorang anak yang terletak di baris daftar pertama musuh besar Gea dari SD saat itu


Perhitungan point pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS sekaligus perekrutan anggota baru OSIS angkatan 2009 telah dimulai sekitar 2jam yang lalu.
Tiba saat pengumuman dan semua siswa berkumpul di lapangan utama sekolah mereka.
Rhafa dengan geng anak kelas VIIC telah berada di tempat, bahkan satu langkah lebih maju ketimbang murid lainnya.

Setelah kata sambutan Kepala Sekolah, Waka kesiswaan, Ketua OSIS lama dan mbak mbak TU( kenapa mbak TU ikut ikutan si ) tibalah saat yang mendebarkan bagi calon-calon pengurus baru, terutama Gea.

Dia pasti akan sangat malu jika Rhafa mengalahkannya,
dia bahkan akan mengutuk dirinya jika itu terjadi.

“Ketua OSIS periode 2009-2010 di menangkan oleh……Rizky Lufanto angkatan 2007”

Sorak osrai tepuk tangan seluruh siswa mengiringi langkah kakak kelas Gea yang super tenar ini. Dari awal Gea juga yakin dia akan menjadi pemenangnya

“ Dan selamat kepada...Gea Pradipta Azelia sebagai wakil ketua OSIS dari angkatan 2008”

Teriakan dan sorak sorai teman sekelas Gea mengalahkan tim paduan suara sepertinya, tepuk tangan dan ucapan selamat dari kakak kelas dan teman sebaya Gea (kecuali Rhafa) mengiringi langkah kaki kecilnya menuju panggung.

Selama kata sambutan dan ucapan terimakasih yang terucap dari mulut kak Rizky dilanjutkan dengan Gea, dia tak melihat kumpulan anak sok keren dari atas panggung
Seperti hilang ditelan bumi, mungkin Rhafa malu, karena yang Gea tau Rhafa hanya menjadi bendahara di struktur organisasi yang Gea menangkan ini.

Disamping rasa bangga dan bahagia, Gea juga merasa khawatir dengan perasan Rhafa.
Gea tau betul kegigihan da kesungguhannya.
Sebenernya dia baik (kalo gak lupa minum obat). Mungkin saat ini dia tengah menangis tersedu sedu dipojokkan kelas atau bahkan depresi terus masuk lab IPA sambil cari obat penenang -maaf ini drama

Setelah pengumuman itu, Gea jarang melihat Rhafa lewat depan kelasnya saat istirahat bahkan saat pelajaran dimulai.
Sebagai ketua kelas dia dianggap sangat disiplin dalam waktu belajar siswa, tidak jarang dia bolak balik kantor hanya untuk memanggil lalu memarahi guru yang terlambat walau hanya 1 menit- gak yakin kan dia berani ?

Satu tahun berlalu, Gea masih dikelas yang sama dengan Kinan, walaupun beberapa siswa dikelas lamanya di rolling ke sebagian kelas A dan C dan sebaliknya.

Gea sangat bersyukur Rhafa tidak sekelas dengannya. Coba aja bayangin kalo mereka satu kelas selama satu tahun, mungkin perang dunia ke 4 dilanjutkan perang padri dan perang dingin akan terjadi, dan Bandung tak lagi menjadi lautan api, tapi lautan es
Gak kebayang kan kalo di Bandung ada penguin sama beruang kutub yang pesen vila di puncak buat liburan- pliss jangan di bayangin

Gea belum juga sepakat untuk mengibarkan bendera perdamaian dengan seorang murid laki laki sok keren bin nyebelin diantara milyaran manusia di planet yang akrab disebut bumi ini selama 13 tahun terakhir, bahkan sebelum Negara api menyerang dan Shaka menemukan avatar bernama Aang – ini apa coba

Sampai suatu ketika,dipilihlah 1 dari setiap kelas VIII untuk mewakili sekolah mereka dalam lomba matematika dan sains tingkat SMP

Setelah mengikuti beberapa seleksi di sekolah, terpilihlah Gea dan Rafi yang mewakili kelas VIIIB, Hanni dari kelas VIIIA kemudian Rhafa dan Alvian dari kelas VIIIC.

Selama lebih dari 1bulan mereka berlima selalu belajar bersama dengan guru pembimbing selepas pulang sekolah, dan selama itu pula Gea harus melihat bahkan duduk bersebelahan dengan Rhafa.
Tapi dia merasa ada yang berbeda denga Rhafa kini, dia lebih terlihat kalem dan pendiam bahkan peduli kepadanya.

Gea masih ingat betul saat guru pembimbing memberikan soal Kimia kepadanya dan ia kesulitan mengerjakan soal tersebut, karena Gea dikhususkan untuk Mata pelajaran Biologi besama Hanni, Fisika dikuasai oleh Alvian dan Matematika Kimia oleh Rhafa.

“Caranya tinggal cari gugus dari CO2nya, kalo udah ketemu kamu kalikan sama yang ini….” Penjabaran Rhafa yang saat itu duduk disamping  Gea.
Gea hanya melihat sekilas kearah Rhafa dengan pandangan heran,
lalu lanjut mengerjakan soal lagi

Hampir saat Gea merasa kesulitan, Rhafa ada untuknya dan Gea pun tak lagi terlalu memberi jarak. Permusuhan mereka mulai meluruh seiring dengan seringnya mereka belajar bersama.

Dalam batin Gea” mungkin dia sadar kalo aku emang pantes kan dapetin gelar itu,
mungkin juga dia udah minum obat makanya dia jadi baik gini,
atau jangan jangan dia benturin kepalanya ketembok lagi biar amnesia terus gak tau apa-apa” pikiran Gea mulai ngaco

Lambat laun mereka mulai mau melempar senyum satu sama lain-tanpa lembar batu sembunyi tangan
Dan ucapan sekedar terimakasih dari mulut Gea torlontar untuk Rhafa yang mau dengan sabar mengajarinya.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Walaupun mereka hanya mampu menduduki peringkat 4 dari 40 sekolah di daerahnya, Pak Bambang sebagai kepala sekolah mereka sangat bangga kepada murid murid jeniusnya ini…hihiiii

Setelah keluar ruangan dan berfoto bersama mereka melanjutkan untuk makan siang. Menu yang Gea ingat saat itu ada tumis tahu with toge, ayam goreng dan sebuah pisang untuk cuci mulut- tanpa lupa mamalemon sebagai pencuci piring paling ampuh

“Ge…ini buat kamu aja ya, aku gak suka sayur”
ucap Rhafa ditengah tengah makan siang mereka

“Enak kok ple, makan aja..ada gurih gurih gimana gitu”
canda Alvian yang memanngil Rhafa dengan sebutan "Japle"
dengan mulut masih penuh dengan makanan

“Seenak apapun masakan kalo yang namanya sayur, aku gak suka an” balas Rhafa

“yaudah sini taruh di piring aku aja”
Ucap Gea menghentikan perdebatan antara dua anak yang sok jagoan ini


Disini Gea mulai tau sedikit demi sedikit tentang Rhafa.
Makanan favoritnya adalah mie instan, telur goreng sama ayam,
paling anti sama yang namanya sayur bagaimanapun bentuknya,
he is Cliquers, dan isi lagu di handphone nya hanya lagu ungu dari album pertama sampe terakhir,
anak ke dua dari 3 bersaudara,
dan ternyata dia anak yang sangat peduli keluarga terutama adiknya.

Kedekatan mereka berlima kali ini mungkin bisa disebut persahabatan, mereka hampir setiap hari belajar bersama karena UAS sudah di depan mata, tempat tongkrongan mereka adalah perpus.  
Dan ditempat inilah Rhafa mengungkapkan kekaguman terhadap sosok Gea.
Jujur Gea hanya bisa tercengan diiring diam saat tau bahwa Rhafa menyukainya sejak masa orientasi dulu, pengakuan yang dikatakan rhafa seolah membuat Gea tak percaya
Sosok yang menjadi musuhnya ternyata menyukainya.
 
“mugkin kamu gak inget dulu waktu kita sama sama SD dan ada acara di SMP ini, kita satu ruangan. Terus kita main game tebak kata, aku masih inget banget tuh kamu nyebutin obat nyamuk, padahalkan nyamuk gak sakit kenapa di obatin coba..hahaa”
tawa ringan Rhafa yang membuat Gea malu

“enggak..aku nggak inget, udahan ah yuk, bel masuk udah bunyi”
ucap Gea mengalihkan pembicaraan

Rhafa masih saja mengoda Gea selama perjalanan menuju kelas
dan Gea hanya tersenyum paksa.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Beberapa bulan berlalu, saat Gea tengah ke kantin dia melihat pemandangan yang sangat tak mengenakkan, di tangga antara kelasnya dengan kelas Rhafa 

Ada rhafa dengan Hanni, teman belajarnya dulu tengah duduk berdua.
Dan rumor yang Gea dengan dari Alvian mereka baru saja resmi jadian.

Secara otomatis Gea kembali memberi jarak pada Rhafa,walaupun rhafa bersikap biasa
biasa seperti saat mereka dekat dulu.


Tak lama hubungan mereka berakhir dan Rhafa kembali mendekati Gea. Gea sungguh tak mengerti apa yang ada di pikiran Rhafa kini,bahkan saat rhafa mengungkapkan bahwa dia menyukainya.

Kalimat itu terlontar seolah hanya candaan bagi Gea.
Bagaimana Gea bisa mempercayainya bukan ? melompat dari satu hubungan kehubungan yang lain.
Gea hanya merespon dengan tawa

-------------------------------------------------------------------------------------------------------
Beberapa minggu setelah Rhafa mengutarakan perasaanya pada Gea,
dia kembali jadain dengan adik kelasnya, Selvi

Cemburu adalah dinding antara benci dan ragu

Gea makin tak mengerti,makin benci ketika Rhafa tak jarang menggandeng tangan selvi lewat depan kelasnya.

“Udah lah Ge, move on…Rhafa gak baik buat kamu, dia gak bisa buktiin kata katanya”
ucap Kinan di tengah curhatan Gea

16 juni 2011

Rhafa kini menjadi lebih tenar karena ia berhasil menjadi ketua OSIS. Semakin banyak siswi yang mendekatinya, tapi Gea berusaha menjauhinya. Namun usaha Gea mungkin akan sia-sia karena mereka satu kelas di kelas IXC.

Tidak berubahnya sikap Rhafa terhadap Gea  makin membuat Gea bingung, Rhafa masih saja suka menggodanya,masih suka membawa paksa Gea ke perpus untuk belajar, Masih suka menatap dalam mata Gea yang membuat jantungnya berdebar hebat.

“Ge, aku mau tanya deh, kenapa si kamu gak suka sama aku “
Rhafa memulai pertanyaan saat mereka di perpus

Gea yang masih dengan buku di hadapannya terhenyak. “itu pertanyaan di bab berapa si rhaf” ucap gea berusaha mengalihkan pembicaraa.

“ aku serius Ge, banyak diluar sana siswi seumuran kamu ngejar ngejar aku, suka sama aku bahkan kagum sama aku, tapi kenapa kamu enggak? Aneh ya” lanjut Rhafa

“ Rhaf, udah ada banyak yang suka sama kamu, kenapa kamu minta lebih si..mereka kurang ya buat kamu” jawab Gea ketus
 
“ Bukan mereka yang aku mau, tapi kamu… karena kamu satu satunya orang yang berhasil buat aku nunggu selama hampir 3 tahun ini Ge” ucap rhafa serius

" Aku bahkan gak tau kamu suka sama aku selama itu" ketus Gea

"Karena kamu anggap semua ucapanku becandaan kan Ge"

“Kata ibuku, kalo kita siap untuk jatuh cinta, kita juga harus siap patah hati.
Dan aku udah alami itu raf, bahkan gak Cuma sekali…dan aku gak mau patah hati lagi sekarang” kata Gea
 
“Jadi maksud kamu, kamu juga suka sama aku ?” tanya Rhafa

“Mungkin iya, tapi aku juga tau kok kamu bilang suka bahkan kagum sama aku itu cuma candaan kamu aja, buktinya kamu bisa jadian sama 2 cewek setelah bilang gitu” lanjut Gea

“Sebenernya aku Cuma mau bikin kamu cemburu Ge
aku ngerasa kamu gak peduliin perasaan aku waktu itu”

“selamat ya Rhaf, kamu berhasil” ucap Gea seraya beranjak pergi

----------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sampai saat Rhafa memutuskan untuk melanjutkan studynya ke Kalimantan Selatan,
Gea tak menemuinya, walaupun dari pesan yang dikirimkan rhafa ke ponselnya seakan Rhafa sangat ingin memelihatnya sekali saja.

Gea tau mungkin ini kesempatan terakhirnya untuk melihat senyum rhafa

Sudah hampir setengah jam Rhafa menunggu kedatangan Gea, tapi sosok yang ditunggunya tak kunjung datang dan pesawat pun lepas landas


-----------------------------------------------------------------------------------------------------
“Ge, ada titipan mini Mp3 ini dari Rhafa” ucap Indra, teman dekat Rhafa

Setelah Gea menekan tombol play, alunan lagu ungu pun terdengar di telinga Gea

“ Mungkin ini memang jalan takdirku
Mengagumi tanpa di cintai
Tak mengapa bagiku mencintai pun adalah baagia untukku
Ku ingin kau tau, diriku disini menanti dirimu
Meski ku tunggu hingga ujung waktuku
dan berharap rasa ini kan abadi untuk selamanya
Da izinkan aku..memeluk dirimu sekali ini saja
tuk ucapkan
selamat tinggal untuk selamanya”

Lantunan lirik sertanada cinta dalam hati_Ungu berhasil membuat tetesan air mata dari pelupuk mata Gea tak terbendung lagi,
Gea menyesal kenapa tak menemuinya saat itu,
padahal Gea tau Rhafa mungkin takkan kembali
Dan ini juga menjadi alasan mengapa Gea tetap menunggu Rhafa kembali :')

Walaupun Rhafa pernah bilang " menunggu dan membuat orang lain menunggu adalah hal yang aku benci"

Tapi hal yang kamu benci menjadi hal yang aku nikmati saat ini
Karena menunggu adalah cara lain mencintai dalam diam
Semoga suatu saat kamu kembali, kamu akan mengerti 


Untuk yang tengah menjadi panutan bangsa
semoga sukses study di IPDN dan jadi praja yang berguna
Dan tetap mengagumkan :)



Sabtu, 31 Januari 2015

Senja Yang Belum Terbenam (2) the last


Sosok yang amat Gea kenali kini berada tepat didepan kelasnya
Menatapnya dalam penuh kerinduan
Tersenyum simpul dan menjatuhnya tubuh mungil Gea dalam pelukannya
  

Add caption
“Kangen kamu sayang” bisiknya
Sorakan dari teman sekelas Gea mengiringi isakan tangisnya, ingin sekali ia marah, tapi sekali lagi
Dani adalah orang yang paling bisa membuat Gea luluh

“Aku gak pernah minta semua waktumu buat aku kan? Hanya terkadang, aku ingin ditemani, merasakan hadirmu, apa itu salah Dan?”
Tangisnya semakin menjadi

“Jangan nangis lagi, aku udah disini kan sekarang” tangannya membasuh air mata yang membasahi kedua pipi Gea



7hari , 168 jam bukan waktu yang singkat bagi Gea
Dan tanpa Dani tau, 168 jam berhasil membawa kembali
Masalalu Gea bersama Rhafa

Ini adalah bulan ke 10 hubungan Gea dan Dani
“Rhafa? Dia siapa Gea??”
pertanyaan yang terlontar dari Dani ditengah tengah makan siang mereka

“Dari mana kamu tau tentang dia Dan” jawab Gea dengan nada takut

“ Aku tau semua tentang kamu, kenapa kamu gak cerita?”

“Rhafa…dia itu….temen smp Gea dulu” 
“Cuma itu?” timpal Dani
Tatapan serta nada bicara Dani berubah, membuat Gea takut untuk menatap mata teduh itu
Dani telah menahan rasa ini berbulan bulan, ia telah mendapat jawaban kenapa Gea sering kedapatan sedang melamun bahkan menangis

“Kenapa kamu gak cerita dari awal, kalo kamu masih sayang sama dia
aku bisa berhenti buat sayang sama kamu, kita jalan masing masing”

Perkataan Dani sungguh tak pernah dikira olehnya, semudah itu Dani ingin mengakhiri semuanya?

“Gampang banget ya Dan kamu bilang kayak gitu, kurang mengerti apa selama ini aku ke kamu Dan,
kamu ingat, selama di Kamboja, kamu sama sekali gak kasih kabar ke aku
dan kalo kamu kasih alasannya, mungkin aku bisa ngerti Dan ”

Emosi Gea memuncak, dengan sesegera dia meninggalkan Dani
dan makanan yang belum sempat Gea sentuh.

Dan seandainya kamu juga kasih tau aku alasannya kenapa aku gak bisa gantiin posisi dia dihati kamu, mungkin aku juga bisa ngerti Gea”

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Sudah hampir sebulan Dani tak menghubingi Gea, begitupun sebaliknya
Gea masih tak habis pikir dengen tingkah Dani, kenapa malah dia tidak mencoba menjelaskan semua

Sedangkan Dani, seperti biasa..hampir setiap hari dia harus mengikuti seminar, rapat dan segala yang berkaitan dengan organisasi yang digelutinya
Dani hanya tau satu hal tentang Gea, dia masih belum bisa melupakan cinta pertamanya
Dani merasa perhatiannya selama hampir 11 bulan ini hanya sia sia


Dengan celana panjang hitam serta baju kemeja batik khas motif SMA Nirlangga, membuat Gea sangat mengenali sosok didepan gerbang SMAnya kini.

“Gea…aku sayang sama kamu
aku gak bisa liat kamu nangis terus gara-gara aku gak bisa selalu ada buat kamu.
Aku yang terlalu egois. Dan mulai sekarang aku gak punya lagi kesempatan buat nyakitin kamu,
aku akan berhenti jadi penghalang kamu untuk kembali ke Rhafa, cinta pertama kamu”
Ucap Dani lembut seraya menggenggam kedua tangan Gea

“ Tapi Dan…..” Ucap Gea dengan mata berkaca kaca
“Ssttt...kita akan tetap seperti ini, kamu masih mau kan nerima aku sebagai teman?
Jangan nangis lagi, aku gak rela air mata kamu jatuh lebih banyak”

Dani membelai lembut puncak kepala Gea
Kecupan hangat kini mendarat di keningnya

“Dan...banyak yang liatin kita” bisik Gea

Dani hanya melirik kanan dan kiri tempat ia berdiri
dan tanpa peduli malah menjatuhkan Gea dalam peluknya
Sungguh, Dani tak ingin sedetikpun melepas pelukannya dari Gea
Dani takut ini adalah pelukan terakhirnya untuk Gea

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- 

“Kenapa lo biarin orang yang sayang sama lo pergi untuk yang kedua kalinya Ge?”

Jawaban Rhava atas pengakuan Gea membuatnya tak berdaya
tangan Gea bergetar dan terasa sangat lemah, lidahnya kelu, dan jantungnya kini berdegup tak berirama.

“Karena…Gue masih sayang sama lo” Ucap Gea dengan nada rendah  

“Tapi lo juga sayang sama dia Gea, jangan biarin dia pergi
Lupain gue, kita Cuma sekedar masa lalu yang gak seharusnya kembali
Coba jalan terus kedepan, jangan inget gue lagi
atau lo hapus aja kontak gue biar lo bisa lupain semuanya” Ucap Rhafa

“Enteng banget ya kamu ngomong kayak gitu, kamu tau Rhaf
aku juga gak mau kehilangan kamu untuk yang kedua kalinya.
Udah cukup waktu 4tahun aku nunggu kamu kembali” tangis Gea tak terbendung

“Terus gimana? Gue juga gak mau liat lo terus terusan sedih karena gue,
Gue udah berusaha lupain lo, Gue juga udah sayang sama orang lain selain lo”

“Apa keputusan aku salah Rhaf?
Apa aku keliru memperjuangin cinta pertama aku?
Kasih aku alasannya kenapa aku salah Rhaf” isak tangis Gea semakin menjadi

“Gea jangan nangis lagi, gue mohon…
Lo harus inget satu hal, jangan pernah sia siain orang yang udah tulus sayang sama lo demi orang lain dimasa lalu yang udah gak bisa sayang sama lo, gue yakin dia lebih baik dari gue,
udah ya jangan nangis lagi”

Rhafa mencoba menenangkan Gea semampu yang ia bisa,
ingin sekali ia memeluknya, tapi jarak tak mengizinkan itu terjadi

“Makasih..
makasih udah berhasil buat aku jatuh setelah kamu buat aku terbang dengan pengharapan kamu
Gue bencii sama lo Rhaf…!!!”

Sambungan telephone terputus....
Diujung sana
Rhava terlihat tak biasa
Hatinya hancur, air matanya tumpah
ingin sekali ia mengubah takdir, menyalahkan waktu bahkan merusak jarak
Rhava menyeka air matanya, mencoba merelakan Gea yang selama ini tetap ia biarkan Tinggal dihatinya

“Gue pengen lo tau Gea, Gue Cuma pengen liat lo bahagia
Pengen liat lo tersenyum. Gue Cuma buat lo sedih, buat lo nunggu
Lo udah nunggu terlalu lama Gea”
ucap Rhafa dalam hati yang tengah berkecamuk

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

14 April tinggal menunggu hitungan hari,
siswa/siswi kelas 3 tengah memfokuskan diri untuk UN termasuk Gea
Tentang peristiwa 4bulan lalu, kisah itu sejenak ia titipkan
Gea tidak mau membuat orang tua, sahabat
& Dani yang selama ini tetap bersama Gea dalam keterpurukannya kecewa


“Saat kamu lulus nanti, apa yang kamu mau?“
Tawaran Dani kepada Gea saat mereka berada diteras rumah Gea

“ Hmm…aku pengen banget punya sesuatu, tapi aku gak yakin kamu bakal bisa ngebulinnya” 
jawab Gea meremehkan

“Weiistt…kamu masih raguin aku Ge?? Ngundang presien Jokowi aja aku sanggup kok”
ucap Dani dengan PDnya

“iiihhh kamu ya Dan, malah ngelawak lagi, Aku serius tau
Kamu liat disana, banyak banget bintang ya..aku yakin pasti ada deh satu buat aku
aku sering nyari yang mana punyaku”
Ucap dan tunjuk Gea pada langit berbintang malam itu

"Kenapa kamu nyari bintang yang jauh..disebelah kamu ada nih satu”
Canda Dani dengan muka polosnya

“yeeee….ini sih bukan bintang Dan, tapi METEOOR hahahaaa”
Balas Gea dibarengi tawa dan cubitan kecil di hidung Dani

Senyum manis itu, akhirnya Dani melihatnya lagi, senyum yang sempat hilang dan memudar

“Tetap kayak gini ya….” Ucap Dani sambil mencubit kedua pipi Gea

Dani yakin, suatu hari Gea akan mendapat bintang yang ia inginkan
Bintang yang muncul setelah senja terbenam
& Dani berharap, Bintang itu
DIRINYA